PERTUMBUHAN PENDUDUK DALAM MASA PANDEMI

Laju Pertumbuhan Penduduk (LPP) Indonesia memiliki kecenderungan menurun dari tahun ke tahun. Kebijakan pemerintah untuk menekan LPP dengan adanya program Keluarga Berencana (KB) yang diluncurkan pada tahun 1980-an menunjukan hasil yang positif. Namun merebaknya wabah Covid-19 menimbulkan kekhawatiran akan meningkatnya jumlah kelahiran akibat terhambatnya layanan kontrasepsi selama pandemi.

Dilansir dari data Badan Pusat Statistik (BPS), Laju Pertumbuhan Penduduk (LPP) Indonesia hingga akhir 2017 lalu berada di angka 1,36 persen. Banyak kendala dalam memajukan program KB di Indonesia karena seringkali terbentur dengan adat istiadat, budaya, serta agama yang membuat program itu tidak berjalan sebagaimana diharapkan. Menurut BPS (2010), untuk jumlah penduduk provinsi Bengkulu berdasarkan hasil sensus tahun 2010 tercatat 1.722.128 jiwa, hingga pada tahun 2020 jumlah penduduk mencapai 2.019.848 jiwa. Dengan demikian dalam kurun waktu tersebut meningkat sebesar 297.720 jiwa, di kota Bengkulu jumlah penduduk sebesar 393.648 jiwa terdiri dari 197.648 laki-laki dan 196.00 perempuan yang tersebar di 9 kecamatan dari 67 kelurahan.
Strategi komunikasi Badan pemberdayaan Masyarakat, Pemberdayaan perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana khususnya Bidang Keluarga Berencana berperan penting dalam mengatasi laju pertumbuhan kependudukan, dibutuhkan kerja keras dalam mewujudkan semua itu strategi komunikasi dalam mensosialisasikan Program KB dikatakan sebagai alat untuk mencegah pertumbuhan penduduk, pada dasarnya bisa diaplikasikan untuk banyak hal, bukan hanya untuk komunikasi itu sendiri, tapi juga bisa digunakan oleh lembaga demi mendapatkan dukungan dari masyarakat. Salah satunya adalah dengan penyebarluasan gagasan untuk menyadarkan masyarakat akan pentingnya Program KB melalui sosialisasi.
Berikut Jumlah Data Kependudukan Provinsi Bengkulu Menurut Badan Pusat Statistik (BPS) :KABUPATEN/KOTA
2010 – 2015     2016 – 2020

KOTA BENGKULU
309.944 – 351.298
359.488 – 393.648

BENGKULU TENGAH
98.687 – 107.791
109.593 – 116.432

BENGKULU SELATAN
143.417 – 152.194
153.930 – 159.683

BENGKULU UTARA
258.793 – 287.439
293.099 – 315.494

KEPAHIANG
125.315 – 132.415
133.703 – 138.184

REJANG LEBONG
247.495 – 256.094
257.498 – 261.802

LEBONG
99.590 – 109.190
111.063 – 118.399

MUKOMUKO
156.488 – 177.131
181.343 – 198.123

KAUR
108.298 – 115.805
117.269 – 122.500

SELUMA
174.101 – 185.587
187.807 – 195.583

JUMLAH PENDUDUK
1.874.944
2.019.848

Kesimpulan
Berdasarkan latar belakang masalah yang sudah dijelaskan, perlu adanya sosialisasi untuk mengetahui Gambaran kepatuhan akseptor KB hormonal dalam melaksanakan Program Keluarga Berencana pada Masa Pandemi Covid-19 di Puskesmas.

Kendala
Dengan adanya Pademi Covid-19 tidak bisa mengadakan kegiatan sosialisasi secara langsung untuk menekankan pertumbuhan penduduk.

By. Bidang KB seksi pengendalian penduduk

Komentar