Berikut hasil pencarian Anda. Jika Anda tidak menemukan yang Anda cari, coba gunakan kata kunci lain

PENDUDUK PROVINSI BENGKULU Struktur umur Penduduk provinsi Bengkulu didominasi oleh Milineal dan Generasi Z. Hal ini diketahui berdasarkan hasil Sensus penduduk 2020 (SP2020) Provinsi Bengkulu Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi bengkulu. Hasil SP2020 Provinsi Bengkulu menunjukkan terjadi penambahan angka sebanyak 295.152 Jiwa sejak SP2010 atau terhitung rata-rata sebanyak 24.596 Jiwa setiap tahun. Sehingga tepatnya per September 2020, jumlah Penduduk Provinsi Bengkulu menjadi 2.010.670 jiwa. Dari jumlah Penduduk tersebut, 29,16 Persen ditempati Generasi Z. Untuk Milineal 26,86 persen, untuk Generasi X 21,00 Persen, Baby Booner 10,06 Persen dan Pre Booner 1,46 Persen. Generasi Z ini memiliki kriteria lahir tahun1997 hingga 2012, perkiraan untuk usia sekarang 8 sampai 23 tahun,sedangkan Milineal lahir tahun 1981 hingga 1996 dengan perkiraan usis sekarang 24 sampai 39 tahun, Pada Sensus penduduk 2020 ini,juga melibatkan data administrasi kependudukan yakni data dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil), namun ada beberapa perbedaan data yang muncul. Hal tersebut karena disebabkan perbedaan metodelogi dalam melakukan Sensus. dan perbedaan itu hal yang lumrah karena titiknya BPS September, sedangkan Dukcapil akhir Desember, perbedaan itu tentu ada pengaruhnya. By PPKB

PERLINDUNGAN PEREMPUAN DARI KEKERASAN BERBASIS GENDER SELAMA MASA PANDEMI Kekerasan berbasis gender adalah istilah yang memayungi setiap perilaku membahayakan yang dilakukan terhadap seseorang yang berdasarkan aspek sosial termasuk gender yang dilekatkan oleh masyarakat yang membedakan antara laki-laki dan perempuan. Termasuk di dalamnya adalah segala perilaku yang mengakibatkan penderitaan fisik, seksual atau mental, ancaman akan melakukan suatu perbuatan membahayakan, pemaksaan, dan atau perilaku lain yang membatasi kebebasan seseorang. Kekerasan berbasis gender (KBG) terjadi dimana saja, terutama dalam situasi pandemi yang mengharuskan kita menghabiskan banyak waktu dirumah. Selain itu, berbagai stigma, ketakutan dan sulitnya akses terhadap layanan membuat korban enggan atau sulit melaporkan kekerasan yang menimpa dirinya. Isu kekerasan terhadap perempuan dan anak merupakan isu yang kompleks dan multisektoral sehingga pencegahan dan penanganannya pun harus melibatkan seluruh sektor pembangunan apalagi dalam situasi pandemi yang serba tidak menentu ini, rumah yang seharusnya menjadi tempat teraman namun ketika terjadi kekerasan dan korban berada dalam satu rumah dengan pelaku maka akan menjadi lebih sulit bagi korban untuk menyelamatkan diri maupun meminta pertolongan, selain itu berbagai stigma ketakutan dan sulitnya akses terhadap layanan membuat korban enggan atau sulit melaporkan kekerasan yang menimpa dirinya. Berdasarkan data sistem informasi online perlindungan perempuan dan anak (SIMFONI PPA) selama masa pandemi covid 19 per 29 Februari hingga 27 November 2020 kasus kekerasan terhadap perempuan sebanyak 4.447 kasus dengan 4.520 Korban. Mayoritas korban terhadap perempuan dewasa adalah korban KDRT 59,82%. Dimasa pandemi covid 19 mengharuskan banyak beraktifitas didalam rumah, terbesit didalam pikiran adalah bagaimana nasib perempuan yang harus tinggal dengan pelaku kekerasan. Oleh karena itu perlunya kerjasama yang baik untuk penanganan kekerasan dari pemerintah daerah dengan pekerja sosial, lembaga adat, tokoh masyarakat. Kekerasan berbasis gender (KBG) perlu dilawan bukan hanya untuk kepentingan perempuan saja, melainkan demi kemanusiaan dengan melakukan upaya pencegahan dan penanganan kekerasan berbasis gender, kita telah menyelamatkan jiwa, nyawa dan harapan para penyintas. Jika kamu merasa rumah bukanlah tempat aman bagimu kamu bisa mencoba mengontak keluarga,teman, tetangga, hotline atau layanan lokal, kamu juga bisa menyiapkan rencana darurat untuk keselamatan, bisa juga mempersiapkan barang- barang penting dan daftar telepon penting di satu tempat. Setiap orang memiliki hak untuk menyongsong masa depan yang lebih baik PEREMPUAN BERDAYA, ANAK TERLINDUNGI,INDONESIA MAJU by Bidang PPKTP
