
Rendah nya kualitas hidup perempuan akan mempengaruhi indeks pembangunan manusia Indonesia secara keseluruhan. Terutama dibidang bidang strategis seperti pendidikan, kesehatan, dan ekonomi, yang pada akhirnya akan berdampak negatif terhadap proses pembangunan bangsa yang sedang kita lakukan. Kondisi kualitas hidup masyarakat Indonesia masih rendah dan perempuan yang secara ekonomi, yang sebenarnya berpotensi menjadi beban pembangunan. Padahal perempuan yang berkualitas hidup prima dapat menjadi aset pembangunan nasional yang memberikan kontribusi positif dan signifikan. Dalam proses pembangunan yang berkesetaraan dan berkeadilan.
Permasalahan yang sering dihadapi perempuan dibidang ekonomi tidak terlepas dari kemiskinan. Perempuan dalam kegiatan usaha secara umum terbagi dalam empat kelompok, yaitu perempuan tidak mampu berusaha karena beban kemiskinan, perempuan yang belum / tidak berusaha, perempuan pengusaha mikro dan perempuan pengusaha kecil dan menengah. Pada kelompok perempuan pengusaha berskala mikro, permasalahan utama yang dihadapi yaitu ketidak tersediaan uang tunai segera memutarkan usahanya karena kebutuhan rumah tangga masih termasuk kebagian dari kegiatan. Kelompok ini sering menjadi korban para pemberi jasa modal dengan bunga harian yang besar. Sementara itu terdapat kelompok perempuan yang telah berusaha dan masuk kategori usaha kecil dan menengah. Permasalahan yang sering dihadapi perempuan pengusaha kecil terutama pemasaran, peningkatan kualitas produk, manajemen usaha dan akses perbankan. Sedangkan permasalahan bagi perempuan usaha menengah biasanya lebih memperhatikan kepada masalah pemasaran dan peningkatan kualitas produk. Adapun permasalahan terbesar mereka yaitu :
- Kurangnya akses informasi pasar dan teknologi
- Kurangnya akses permodalan
- Kurangnya peningkatan sumber daya manusia
- Kurangnya penataan kelembagaan dan jaringan
- Kurangnya sensitifitas gender dikalangan masyarakat
Dalam bidang usaha mikro, kontribusi masyarakat perempuan sangat bermakna bagi perkembangan perekonomian nasional. Kendala terbesar yang dihadapi oleh perempuan pengusaha mikro kecil dan menengah, pada umumnya pada aspek pemasaran, permodalan, sumber daya manusia dan teknologi serta rendahnya pengusaha perempuan terhadap aset produksi. Disamping itu kebutuhan yang sangat diperlukan bagi perempuan pengusaha mikro kecil dan menengah adalah berupa pendampingan oleh lembaga yang dekat dengan pengusaha ( perempuan ), dalam memberikan layanan pengembangan usaha yang cepat, mudah serta dirasakan hasil secara cepat. Selain itu juga terbatasnya akses perempuan terhadap peluang pasar ditunjukan dengan rendahnya peran serta perempuan dalam usaha – usaha formal. Sebagian besar perempuan masih berkiprah disektor informal dan pekerjaan yang tidak menggunakan peralatan dan teknologi yang canggih. Pekerjaan ini biasanya kurang memberikan jaminan perlindungan sosial dan perlindungan secara hukum dan jaminan kesejahteraan yang memadai. Disamping kondisi kerja yang kurang sehat dan tentu saja dengan tingkat pendapatan yang rendah.
Perempuan tidak mampu berusaha karena beban kemiskinan, khususnya dalam pemenuhan pendidikan dan kesehatan harus berusaha dengan segala cara dan berorientasi pada kebutuhan saat ini. Perempuan dalam keluarga miskin ini sulit untuk berpikir jernih dan terbuka dalam menata kehidupan masa depan. Sedangkan untuk perempuan yang belum / tidak berusaha, dihadapi permasalahan sikap, budaya, pengetahuan dan penerapan. Perempuan tidak berusaha karena motivasi yang kurang, walaupun sumber daya yang dimilikinya sebenarnya cukup / mampu. Dilain pihak ada perempuan ingin tapi tidak memiliki pengetahuan / keterampilan untuk usaha.
Sehubungan dengan hal tersebut, kebijakan atas upaya peningkatan produktifitas perempuan dan pengurangan beban keluarga miskin terhadap beban biaya pendidikan dan kesehatan, dalam rangka otonomi daerah adalah melakukan fasilitas dan advokasi kepada pemerintah daerah, untuk mengembangkan suatu model desa / kelurahan yang mencerminkan upaya jaminan sosial ekonomi bagi keluarga miskin, khususnya pada perempuan dan anak. Dengan tujuan mewujudkan perempuan indonesia yang maju dan mandiri dibidang ekonomi melalui pengembangan kegiatan kegiatan ekonomi produktif dalam pengembangan lokal, untuk mendukung terciptanya kondisi kehidupan yang lebih sehat dan sejahtera, baik dilingkungan keluarga, masyarakat maupun bangsa, serta membuka dan memperluas kesempatan bagi kaum perempuan untuk mengembangkan potensi dirinya serta meningkatkan kesejahteraan hidupnya melalui mekanisme pengembangan aktivitas ekonomi produktif dan memperkuat bargaining position kaum perempuan dalam mengakses sumber daya ekonomi.
Dengan melakukan monitoring, bisa menjadi suatu kegiatan observasi yang berlangsung terus menerus untuk memastikan dan mengendalikan keserasian pelaksanaan program dengan perencanaan yang telah ditetapkan. Melakukan evaluasi juga penting dari suatu tehnik penilaian kualitas program yang dilakukan secara berkala melalui metode yang tepat. Evaluasi yang dilakukan untuk mengetahui proses, hasil dan dampak pelaksanaan kegiatan program terhadap kelompok perempuan dengan melihat kepada kondisi dan aktivitasnya, jumlah dan adanya koordinasi produktifitas ekonomi perempuan itu sendiri dengan secara kualitatif dan kuantitatif. Evaluasi tersebut bisa dalam 3 kelompok :
- Kegiatan tersebut diusulkan untuk dibiayai kelanjutan nya
- Kegiatan tersebut yang tidak diusulkan untuk dibiayai kelanjutan nya
- Kegiatan yang telah mandiri
Jadi permasalahan yang dihadapi perempuan dalam produktifitas ekonomi bisa teratasi, yang mana rendahnya kemampuan, kurangnya kesempatan, ketidak berdayaan dan kurangnya jaminan bisa kita atasi dengan :
- Peningkatan produktifitas ekonomi perempuan dalam sektor pelaksanaan program pemberdayaan ekonomi rakyat
- Menumbuh kembangkan kepedulian pihak – pihak luar pemerintahan dalam meningkatkan produktifitas ekonomi perempuan melalui pembinaan kewirausahaan bagi usaha mikro dan kecil
- Pengembangan modal peningkatan produktifitas ekonomi perempuan melalui kemitraan antara pemerintah dan mayarakat
- Pengembangan model desa perempuan indonesia maju mandiri dalam upaya pengurangan beban keluarga miskin
Besar harapan usaha dari kaum perempuan dengan segala permasalahan dapat teratasi, dengan ilmu pengetahuan dan teknologi, keberanian, ketekunan, permodalan dari pemerintah, manajemen yang bagus dari segi pemasaran, dan bantuan dari sektor OPD dinas terkait, maka ekonomi perempuan bisa maju dan dengan peningkatan ekonomi perempuan bisa membuat Indonesia jadi maju dan berkembang dengan ekonomi dan usaha produktifitas dari kaum perempuan.
By. BIDANG PPKTP