- Peluang emas untuk mencegah stunting terjadi pada masa 1000 hari kehidupan (masa konsepsi hingga anak berusia 2 tahun)
- Setiap fase pertumbuhannya, balita, anak, dan remaja memerlukan asupan yang spesifik dan metode pemberian makan yang berbeda
- Anak-anak yang lebih muda cenderung diberikan makanan yang kurang bervariasi. Padahal sangat penting mengenalkan berbagai variasi makanan, termasuk makanan lokal
- Aktivitas mengonsumsi makanan tidak hanya untuk mempertahankan fungsi tubuh, namun juga memiliki manfaat kesehatan, budaya, dan identitas bangsa
- Pemberian makan yang baik akan membantu anak mencapai pertumbuhan dan perkembangan optimal dengan risiko malnutrisi/penyakit yang lebih

Kebutuhan gizi anak usia 1-5 tahun Usia 1-3 tahun
- Total energi per hari:1350 kcal
- Kecukupan karbohidrat: 55-60% dari total energi atau 192,5-202,5 gram/hari
- Kecukupan protein: 10-15% dari total energi atau 34-50,5 gram/hari
- Kecukupan lemak: 30-35% dari total energi atau 46,6-54,4 gram/hari
- Konsistensi makanan: padat
Usia 4-5 tahun
- Total energi per hari: 1600 kkal
- Kecukupan karbohidrat: 55-60% dari total energi atau 220-240 gram/hari
- Kecukupan protein: 10-15% dari total energi atau 40-60 gram/hari
- Kecukupan lemak: 30-35% dari total energi atau 53,3-62 gram/hari
- Konsistensi makanan: padat
Prinsip pemberian makan untuk usia 6-11 bulan
- Memberikan makanan sesuai dengan daya terima anak
- Menyajikan makanan dalam bentuk dan warna yang menarik perhatian anak
- Menghindari menggunakan bahan makanan yang dapat merangsang pencernaan seperti makanan pedas, bergas, dan terlalu berserat
- Tidak memaksakan makan dan membuat anak menikmati waktu makan
Prinsip pemberian makan untuk usia 1-5 tahun
- Mengenalkan aneka ragam makanan
- Memberikan makanan porsi kecil
- Tidak memaksa anak untuk makan
- Menciptakan suasana makan yang menyenangkan
- Sebisa mungkin hindari menggunakan penyedap rasa, gula, garam, minyak yang berlebih
- Pelan-pelan edukasi anak sehingga memiliki perilaku makan yang baik