Kita kaum Perempuan harus mengasah kemampuan membaca peluang usaha di era pandemi Covid 19 sebagai upaya Peningkatan Kualitas Hidup Perempuan untuk membantu perekonomian keluarga. Dampak covid bagi para pelaku usaha sangat lah besar, penjualan menurun akhirnya beresiko pada para pekerja yang terkena PHK. Dampak terbesar dari pandemi ini salah satunya adalah terletak pada sektor ekonomi baik secara makro maupun mikro. Dari dampak tersebut maka kegiatan ekonomi masyarakat menjadi menurun dan menyebabkan angka kemiskinan yang semakin meningkat. Oleh dari itu peran pemerintah dan kreatifitas dari masyarakat sangatlah diharapkan untuk menunjang ekonomi menjadi stabil kembali. Perempuan dalam hal ini haruslah pintar dalam membaca situasi, apa yang harus dikerjakan untuk membantu perekonomian keluarga yang terkena PHK, seperti contoh membuat kuliner dan memasarkan nya di pasar atau barang bekas yang dibuat kerajinan atau usaha lain seperti buruh cuci dan lain lain. Dengan media sosial kita bisa mendapatkan ide untuk kreatifitas yang bisa kita buat sesuai dengan kemampuan yang kita punya.
Ditengah bencana yang melanda seperti ini apa aja bisa kita lakukan asal tetap memenuhi standar protokol kesehatan. Dengan berjualan dirumah juga merupakan ide yang bagus, membuat kuliner seperti kue yang dibuat dirumah lalu dipasarkan melalui media online, sehingga para perempuan yang gemar memasak bisa menerapkan kepandaian nya dibidang kuliner membuat makanan seperti kue. Memang ini bukan bisnis yang langkah sudah banyak yang penjual kue, tapi yang namanya usaha kita harus berani mencoba, asal produksi kita berkualitas dengan menjaga rasa, pasti banyak yang mencari walau banyak bisnis dengan usaha yang sama.
Peluang usaha rumahan ini banyak ditangkap oleh para Perempuan yang mana salah satunya ada yang berjualan dengan online, berdagang dipasar bahkan menjadikan halaman rumahnya menjadi lapak jualan. Dengan bermodalkan meja yang digunakan sebagai tempat menjajahkan aneka macam kue lebih dari 10 macam jenis jajanan kue dari kue tradisional, roti, dan bubur dalam kemasan yang siap disantap. Bahkan berjualan dengan membuka lapak depan rumah, bisa juga membuka peluang usaha bagi para pekerja perempuan yang mau menitipkan hasil usaha kulinernya.
Tidak memiliki keahlian dalam mengolah bahan makanan atau kepintaran dengan sekolah tinggi, bukan berarti hambatan dalam menjalankan bisnis kuliner ini. Jeli dan kreatif yang sangat dibutuhkan dalam hal ini, meski keuntungan dari setiap potong kue hanya Rp. 200,-, namun mampu menjual kue paling tidak 400 potong setiap paginya, dengan masa tunggu pelanggan tidak lebih dari pukul 10 pagi. Tentunya teknik penjualan ini merupakan kemampuan merencanakan dan mengaktulisasikan diri untuk tidak semakin terpuruk akibat dampak covid 19. Pelan pelan usaha ini pasti akan membuahkan hasil asal tetap giat, semangat dan menjaga rasa serta kualitas dan mempunyai usaha yang tinggi dan tetap berdoa, merupaka kunci dari sebuah kesuksesan yang pastinya ekonomi keluarga akan meningkat. Artinya dibutuhkan kemampuan membaca situasi untuk bangkit. Semoga Perempuan Indonesia terkhusus di Provinsi Bengkulu, semakin mampu mengasah kemampuan dalam Upaya Peningkatan Kualitas Hidupnya dan Keluarganya.
By.BIDANG PPKTP, 27 SEPTEMBER 2021