KARTINI LAHIRKAN PEREMPUAN BENGKULU HEBAT

Pada setiap tanggal 21 April diperingati sebagai Hari Kartini, bertepatan dengan hari lahir pahlawan nasional perempuan yang terkenal atas idenya dalam mencetuskan emansipasi wanita di Indonesia, Raden Ajeng Kartini.

Pahlawan perempuan kelahiran Jepara ini identik dengan kata-kata bijaknya yang relevan dengan kehidupan, mulai dari emansipasi wanita, pendidikan, perjuangan, hingga perihal cinta.

Raden Ajeng Kartini adalah seorang pahlawan nasional yang berjuang membela hak-hak kaum perempuan. Melalui pemikiran yang ia tuangkan dalam tulisan, Kartini banyak membahas soal perjuangan kaum wanita untuk memperoleh kebebasan, persamaan hukum, dan pendidikan yang layak.

Dewasa kini semangat perjuangan RA Kartini telah menurun kepada perempuan-perempuan di Indonesia.  Walaupun beliau sudah  meninggal, namun karyanya, semangatnya untuk memperjuangkan hak warga perempuan secara sadar tak pernah mati. Banyak kita temui perempuan pejuang yang pada dasarnya sama- sama memperjuangkan hak mereka untuk kemakmuran rakyat.

Peringatan hari Kartini menjadi momentum Kebangkitan jiwa wanita Indonesia. Moment ini juga hendaknya dijadikan semangat untuk terus bangkit menuju wanita Indonesia yang maju sejahtera dan hebat. Hal tersebut disampaikan Sekda Provinsi Hamka Sabri saat menghadiri puncak peringatan Hari Kartini ke 142 di Provinsi Bengkulu yang bertempat di Balai Raya Semarak Bengkulu, (21/4).

Dikatakannya, sebuah bangsa akan maju tergantung pada kualitas perempuan. Di balik suksesnya sebuah keluarga akan ada perempuan yang kuat dan tabah memikul beban sebagai seorang istri, seorang ibu, seorang karyawati dan menjadi bagian dalam masyarakat yang baik dan berkepribadian.

Semangat Kartini dalam membangun bangsa yang mandiri, kreatif dan berkarakter juga perlu diwariskan secara terus-menerus kepada seluruh generasi bangsa khususnya kepada perempuan, yang dapat memberikan motivasi, semangat dan aktif dalam mengembangkan potensi diri melalui generasi yang berkarakter.

Memeriahkan peringatan Hari Kartini ke 142, Pemerintah Pemerintah Provinsi Bengkulu melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk Dan Keluarga Berencana (P3APPKB) mengadakan kegiatan lomba Kebaya Kartini dengan Kain Basurek.

Selain mengenang dan menghargai perjuangan Raden Ajeng Kartini sebagai pahlawan emansipasi wanita, melalui peringatan Hari Kartini, Pemprov ingin memotivasi kaum perempuan agar lebih bersemangat, tangguh, mandiri dan kuat, dalam rangka meningkatkan kualitas hidupnya.

Salah satu lomba yang digelar adalah lomba kain Batik Besurek Kebaya Kartini melalui video berdurasi satu menit yang diposting di media sosial. Lomba ini dimaksudkan untuk mendorong seluruh masyarakat provinsi Bengkulu menumbuhkan rasa cinta kepada produk khas daerah terutama kain besurek.

Lomba kebaya dibuat dalam dua kategori. Peserta pertama adalah utusan perwakilan instansi, lembaga, badan usaha, perguruan tinggi, perbankan dan jasa perhotelan. Sedangkan kategori kedua adalah kategori eksklusif yang diikuti istri-istri kepala dan wakil Kepala daerah serta istri Sekretaris Daerah Kabupaten/kota se-Provinsi Bengkulu.

Tercatat 57 peserta ikut berpartisipasi dalam lomba ini. Keserasian kain dan kebaya, bahasa tubuh, pengucapan tema Hari Kartini dan kreativitas video menjadi beberapa poin penilaian.

Untuk kategori pertama,juara pertama diraih Fithria Apri Shely dari Dinas P3APPKB Kabupaten Bengkulu Selatan. Juara kedua diraih Siti Aisyah Putri dari Bank Bengkulu Kota Bengkulu. Juara tiga diraih Vevi Lovesia dari Dinas P3APPKB Provinsi Bengkulu.

Sementara untuk kategori ekslusif juara pertama diraih istri Bupati Kabupaten Lebong Ny. Elvi Sukaesih. Juara kedua diraih istri Sekda Kabupaten Bengkulu Selatan Ny. Ferida Yudi Satria. Dan juara ketiga diraih istri Sekda Kabupaten Mukomuko Ny. Kasmarita Marjohan.

 

Komentar