DAMPAK PANDEMI COVID-19 TERHADAP KEMISKINAN BAGI PENDUDUK DI INDONESIA

Sejak Maret 2015 tren perubahan angka kemiskinan nasional konsisten menurun dan menunjukkan pencapaian prevalensi kemiskinan angka satu digit 9,82% pada tahun 2018. Pencapaian ini pertama sekali dalam sejarah Indonesia dan secara politis dinilai sebagai prestasi pembangunan yang luar biasa. Perlambatan penurunan tingkat kemiskinan menunjukkan bahwa penurunan kemiskinan semakin lama semakin sulit (the last mile problem), tetapi strategi pembangunan berkelanjutan yang dilaksanakan pemerintah dinilai berhasil (Abdullah 2020; Tarigan et al. 2019). Namun demikian, jumlah penduduk Indonesia yang menderita kemiskinan masih cukup besar, mencapai 25,67 juta jiwa atau 9,66% dari jumlah penduduk pada September 2018.

Permasalahan utama dalam penanganan kemiskinan di Indonesia adalah belum berhasilnya penanggulangan kemiskinan di pertanian dan perdesaan. Jumlah penduduk miskin di desa jauh lebih besar dibandingkan dengan penduduk miskin di kota. Basis ekonomi desa umumnya pertanian, sehingga pengurangan kemiskinan pada rumah tangga pertanian dipercaya sebagai kunci mewujudkan penurunan angka kemiskinan nasional . Salah satu penyebab kemiskinan yang tidak sering dibahas adalah bencana atau wabah penyakit. Wabah virus corona yang lebih dikenal dengan pandemi Covid-19 telah mengguncang dunia sejak akhir tahun 2019.

Komentar