Buka Kongres Ke-30 HMI, Jokowi:Wahai Perempuan Indonesia, Jadilah Ibu Bangsa

Yogyakarta menjadi tuan rumah General Assembly International Council of Women (GA ICW) Ke-35 dengan tema Transforming Society Through Women Empowerment, pada tanggal 13-18 September 2018. GA ICW ke-35 yang dibuka oleh Presiden RI. Joko Widodo dan akan dihadiri kurang lebih 200 delegasi dari 80 Negara yang tergabung dalam ICW, 1000 perempuan Indonesia dan para Duta Besar Negara sahabat serta Menteri-Menteri wanita Kabinet Kerja.

Presiden Joko Widodo menghadiri acara pembukaan Temu Nasional Seribu Organisasi Perempuan Indonesia dan Sidang Umum ke-35 International Council of Women di Hotel Grand Inna Malioboro, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY)

Ia mengatakan bahwa Pemerintah Indonesia memperhatikan soal pemberdayaan perempuan di berbagai bidang. Rini merupakan salah satu dari delapan menteri perempuan yang menduduki posisi strategis di jajaran kabinet pemerintahan.

Menurut dia, perempuan harus saling bekerja sama untuk bahu membahu mengatasi berbagai persoalan perempuan dan membangun bangsa. “Kita punya kekuatan untuk mendorong negara ini menjadi lebih kuat dan maju lagi,” katanya di hadapan para peserta Sidang Umum Ke-35 ICW dan Temu Nasional Seribu Organisasi Perempuan Indonesia.

Ibu Kepala Dinas P3APPKB Provinsi Bengkulu beserta Karyawati Dinas P3APPKB Ikut Menghadiri Acara ICW  di Jogyakarta

ICW adalah bagian dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang sangat concern terhadap pemberdayaan perempuan. Kowani adalah anggota ICW sejak tahun 1972 dan berusaha untuk terus mendukung semua program kerja kegiatan ICW / UN Women dalam pemberdayaan Perempuan dan perlindungan anak melalui berbagai kegiatan.
Kegiatan ini akan membawa dampak positif bagi perkembangan Pariwisata di Indonesia dan khusunysa di Kawasan Borobudur dan sekitarnya. Karena kegiatan ini akan mempromosikan dan destinasi wisata disekitar Borobudur dimana baik wisatawan lokal dan internasional dapat menginap di homestay dan menikmati suasana pedesaan sekaligus aktif dalam konservasi lingkungan melalui pengelolaan potensi ekonomi, warisan budaya dan tradisi serta ekowisata (ecotourism) di 20 Balkondes yang tersebar disekitar kawasan Borobudur.

 

Komentar