Banyak Perempuan Alami Kekerasan Online

Saat ini berkembang kekerasaan baru yang dialami perempuan. Yakni kekerasan lewat online. Korban utamanya adalah perempuan. Jumlahnya terus bertambah.

Disampaikan Deputi PHP KPPPA RI, melalui perencana ahli madya dalam acara sosialisasi kebijakan perlindungan hak perempuan dari KDRT, kekerasan diruang publik dan SDKK, Drs. Supriyadi bahwa dizaman sekarang banyak sekali perempuan yang mengalami kekerasan online. Hal ini diakibatkan perkembangan teknologi media sosial. Semisal saja kekerasan psikis melalui bullying.

Pada 2020 saja ada 7464 laporan kekerasan dalam rumah tangga. Lalu dalam kurun waktu delapan tahun terakhir terjadi peningkatan kasus delapan kali lipat atau meningkat 720 persen.

Menanggali itu, Gubernur Bengkulu Dr. H. Rohidin Mersyah menyampaikan, pola baru kekerasan yang terjadi terhadap perempuan.

“Banyaknya Perempuan menjadi korban kekerasan online ini terjadi berbanding lurus dengan banyaknya perempuan yang bermedsos. Coba kita perhatikan seksama. Lebih banyak perempuan bermedsos dari pada laki – laki. Ini adalah satu dari beberapa faktor penyebabnya. Kemudian lagi, meningkatkannya jumlah laporan terhadap kekerasan ini bersumber dari banyaknya regulasi yang melindungi perempuan. Perempuan melaporkan ibu kandung, istri laporkan suami itu sudah biasa tidak tabuh lgi, bukan aib lagi. Kalau zaman dulukan itu tabuh, taklazim. Semua berani karena ada regulasi yang melindunginya. Situasi ini berbanding terbalik sekali dengan sekarang, ” ujarnya.

Gubernur juga mengatakan, persoalan perempuan ini rasanya sulit diatasi bila kesejahteraan dan kemiskinan serta pendidikan masih jadi persoalan.

Disisi lain, Kepala Dinas PPPA KB Provinsi Bengkulu Hj. Foritha Ramadhani Wati, M. Si mengatakan, berdasarkan data dari UPPA Polda Bengkulu, kasus kekerasan trennya turun naik.
2017 lalu jumlah kasus 265, 2018 jumlahnya 105 kasus, 2019 sebanyam 161 kasus dan 2019 sebanyak 173 kasus.

“Sosialisasi hari ini bersama anggota DPR RI M. Soleh adalah untuk memperkuat komitmen untuk mengurangi kekerasan terhadap perempuan” Ucapnya.

Sementara itu, anggota DPR RI Dapil Bengkulu dari Fraksi Golkar mengatakan, perempuan harus mandiri ekonomi, berpendidikan dan sejahtera. Bekerjalah untuk membantu perekonomian keluarga agar sejahtera. Namun perlu diingat, cari duit boleh tapi jangan lupa kodrat

Komentar