Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Provinsi Bengkulu Mengadakan Kegiatan “Jambore Organisasi Wanita se-Provinsi Bengkulu ” di Wahana Surya Kabupaten Bengkulu Tengah dengan Peserta OPD Kabupaten/Kota, Ikatan Perempuan Indonesia, PKK kabupaten/Kota dan Forum Gendre tanggal 10-11 Juli 2018.
Kepala Dinas P3AP2KB Provinsi Bengkulu, Foritha menjelaskan, saat ini kebijakan pemerintah dalam pemberdayaan perempuan dalam sektor ekonomi adalah membantu akses permodalan melalui lembaga keuangan seperti bank daerah dan juga bank nasional dan swasta. Perempuan Bengkulu melalui organisasi-organisasi juga saling berbagi pengalaman usaha, dan tak sedikit yang telah berhasil menjadi pengusahan yang mapan. Selain intervensi kebijakan berbasis gender, untuk menggerakkan ekonomi kreatif oleh perempuan, pemerintah terus mendorong akses modal dan pelatihan-pelatihan.
Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluatga Berencana Provinsi Bengkulu menggelar Jambore Organisasi Wanita se-Provinsi Bengkulu dengan tema ‘’Perempuan Sebagai Penggiat Ekonomi Kreatif’’. Dalam pembukaan yang digelar di Wahana Surya Bengkulu Tengah itu juga menampilkan produk-produk unggulan hasil dari ekonomi kreatif masyarakat yang marketnya serta produksinya dilakukan perempuan Bengkulu.
Plt. Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah, menjelaskan, perempuan zaman sekarang memiliki peran signifikan terhadap ketanahan keluarga. ‘’Yang tak bisa tergantikan dari perempuan hanyalah kodratnya. Yakni, mengandung, melahirkan dan menyusui itu kan kodrat yang tak bisa tergantikan. Sedangkan peran dalam ketahanan keluarga, karir, bahkan politik pun sama dengan laki-laki. Ini bukan berarti menekan atau mengecilkan peran laki-laki, tetapi kesetaraan gender itu kan memang secara kodrat yang tak bisa diganti fungsinya. Tapi, kedudukan dan peranan dengan kaum laki-laki adalah setara,’’ tutur Rohidin saat membuka Jambore Organisasi Perempuan Bengkulu. Perempuan mempunyai peran penting dalam ketahanan keluarga bahkan kemandirian keluarga. Perempuan sebagai ibu, termasuk menjadi ujung tombak pembangunan nasional yakni dalam membentuk karakter anak sebagai generasi bangsa, mendidik anak-anak bersama kaum laki-laki. Bahkan ketahanan ekonomi keluarga, perempuan juga tak tinggal diam. Perempuan bisa berkarir tanpa meninggalkan kodratnya.