Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Mengadakan Pertemuan Penguatan Kelembagaan Pelayanan Perlindungan Perempuan dan Anak, 20 Agustus 2019 di Aula Dinas P3APPKB Provinsi Bengkulu
Dalam melakukan penanganan korban kekerasan terhadap perempuan dan anak diperlukan tenaga terampil yang benar-benar memiliki kemampuan yang memadai. Kemampuan penanganan tersebut sangat diperlukan mengingat latar belakang korban kekerasan yang dimiliki korban sangat beragam dari segi usia, mulai dari anak-anak hingga dewasa serta latar belakang pendidikan yang berbeda pula sehingga memerlukan pendekatan yang benar-benar tepat. Dalam melakukan pendekatan maka diperlukan rasa empati agar korban merasa nyaman dan aman sehingga bersedia untuk menceritakan kronologi kejadian yang dialaminya.
Meningkatnya kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak hampir merata diseluruh wilayah Indonesia, demikian juga halnya yang terjadi di Provinsi Bengkulu yang merupakan salah satu Provinsi di Indonesia dengan kasus kekerasan yang cukup tinggi dalam hal kasus kekerasan seksual, sehingga mengancam kenyamanan bagi perempuan dan anak yang menjadi korban dan sangat berpengaruh secara signifikan pada psykologi korban.
Pencegahan dan penanganan kekerasan terhadap perempuan dan anak tidak dapat hanya diselesaikan oleh satu lembaga, akan tetapi melibatkankan berbagai instansi terkait dan masyarakat. Pencegahan dan penanganan kekerasan terhadap perempuan dan anak merupakan upaya dalam rangka membangun peradaban bangsa yang menjunjung tinggi hak dan martabat manusia, untuk mewujudkan tujuan ini diperlukan komitmen dan kesepahaman bersama
di ikuti oleh peserta sebanyak 40 orang yang terdiri dari WCC, PUPA, KPI, UPPA POLDA, UPTD PPA, RSMY, RSJKO, RS Bhayangkara dan Yayasan Aisyiah dan Lembaga terkait dengan harapan bahwa 40 orang peserta akan memiliki kemampuan/mampu melakukan penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak. Dipilihnya pelaksanaan di Kota Bengkulu dikarnakan lembaga terkait lebih mudah diakomodir.