forum pelayanan bagi kelompok remaja di luar sekolah

Dinas Pemberdayaan Perempuan Pelindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3A dan PPKB) Provinsi Bengkulu membentuk forum pelayanan bagi kelompok remaja di luar sekolah melalui launcing rumah konseling remaja sebagai model pemberdayaan konselor sebaya.

Gubernur Provinsi Bengkulu Rohidin Mersyah yang di wakili oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Bengkulu Budiman Ismaun mengatakan, sangatlah bagus rumah konseling remaja ini di buat untuk modal pemberdayaan konselor sebaya di Provinsi Bengkulu. “Selain PR terbesar kita yaitu Narkoba ada lagi yaitu pernikahan dini dan sekarang bagaimana kita peran orang tua ataupun Guru guru trutama konselor konselor yang sudah di berikan pelatihan sebelumnya, harus secara mendalam memberi tau tentang repoduksi remajan kepada pelajar pelajar yang ada di Provinsi Bengkulu ini, nantinya mungkin kita harus ada konselor konselor yang memang ahli di bidangnya, semoga setelah rumah konseling remaja ini berjalan anak anak remaja Bengkulu jauh dengan kata Narkoba dan pernikahan dini,” katanya.

Di sisi lain kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Pelindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3A dan PPKB) Foritha Ramadhani dalam kata sambutanya mengatakan adapun tujuan penyelenggaraan pembentukan forum ini adalah terbentuknya forum pelayanan rumah koseling remaja.harapan kita rumah konseling ini nanti dapat menjadi wadah khususnya anak anak remaja yang ada di provinsi bengkulu untuk tempat curhat remaja remaja, kita tau bahwa anak anak lebih suka terbuka kepada teman teman sebaya dan inilah  bagian salah satu strategi bagaiman remaja bisa mengungkapkan pemasalahan permasalahan yang di hadapi seusianya, selain itu kita kerjasama dengan konselor yang mana telah mendapat pelatihan sebelunya dan kita juga bekerja sama dengan pukesmas lempuing.

“kemarin sudah di laksanakan pembekalan bagi calon konseler sebaya lebih kurang sebanyak 50 anak yang di harapkan nantinya yang sudah di latih agar betul betul mengembangkan fungsi tugasnya terutama tunjukan kepada remaja di luar sekolah yang butuh konseling terhadap masalah selam mengfhadapi pegaulan bebas bagaimana menghadapi tantanganya dan terkait kesehatan reproduksi remaja maupun terkait pencegahan anak anak dari kekerasan seksual dan lain lain,” unjarnya.

“kita berharap juga konselor dia bisa mengoseling bukan hanya di lingkungan sekolahnya maupun di luar sekolah juga untuk no drug no sex bebas no pernikahan dini karna yang mana kita tau remaja banyak terlibat dengan narkoba sex bebas dan pernikahan dini,” lanjutnya.

Ketua Umum SANS, Dedy Haryadi mengatakan kita ingin sesuai misi yang dikedepankan sans yaitu menjadi pioner untuk garda paling depan. “sesuai yang di minta oleh bapak Gubernur kita ingin sans ini menjadi garda paling depan untuk mengurus pemasalahan permasalahan yang ada diremaja khususnya di sekolah sekolah yang ada di Provinsi Bengkulu,”ungkapnya.

Komentar