peserta-ikut-kemah-bela-negara-di-bengkulu
https://bengkulu.antaranews.com/berita/264722/1200-peserta-ikut-kemah-bela-negara-di-bengkulu
Berikut hasil pencarian Anda. Jika Anda tidak menemukan yang Anda cari, coba gunakan kata kunci lain
https://bengkulu.antaranews.com/berita/264722/1200-peserta-ikut-kemah-bela-negara-di-bengkulu
Menteri PPPA : Meneladani Jejak Sejarah Kemajuan Peran Perempuan Indonesia Dipublikasikan Pada : Jumat, 16 Desember 2022 Dibaca : 149 Kali Siaran Pers Nomor: B-632/SETMEN/HM.02.04/12/2022 Jakarta (16/12) – Perempuan Indonesia telah menorehkan sejarah dari masa ke masa dengan perannya di berbagai macam aspek kehidupan. Sejarah tersebut tak hanya dapat di dengar, namun dapat dipandang melalui peninggalan benda sejarah dan karya seni sarat akan kisah yang telah dikurasikan menyambut Peringatan Hari Ibu (PHI) ke-94 dalam Pameran Perempuan dengan tema “The Truth Inside You: Alunan Kisah Tentang Perempuan”. Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Bintang Puspayoga hadir untuk meresmikan sekaligus meninjau berbagai macam benda sejarah dan karya seni yang terikat erat dengan perempuan. “Saya mengapresiasi seluruh pihak, khususnya Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) beserta Museum Nasional yang bersama-sama menghadirkan ruang waktu kisah perempuan dari masa ke masa melalui Pameran Perempuan. Pameran Perempuan ini diselenggarakan pada momen yang sangat tepat, dimana kita perempuan Indonesia bersama-sama mengenang kembali dan menghargai pergerakan perempuan Indonesia dalam menyuarakan hak-haknya guna mewujudkan kesetaraan, persamaan hak, dan kedudukan yang setara, yakni Hari Ibu,” tutur Menteri PPPA dalam sambutannya, Kamis (15/12). Menteri PPPA mengungkapkan, pada momentum yang spesial ini, tak hanya mengenang kembali arti penting perjuangan para perempuan bagi generasi muda penerus bangsa, tetapi menjadi medium penting bagi seluruh elemen bangsa untuk menghargai warisan budaya leluhur yang tak lepas dari keringat, tenaga, dan pemikiran para perempuan di masa lampau. Menjadi sebuah tantangan bagi bangsa ini untuk tidak melupakan sejarah serta warisan budaya di tengah gempuran kemajuan peradaban dunia. “Sejatinya, jika kita berbicara masalah kompleks urusan perempuan tidak akan pernah usai. Dibutuhkan kerjasama, kolaborasi, dan sinergi multi pihak dalam menuntaskan berbagai macam persoalan perempuan yang masih dihadapi. Karenanya, pergerakan perempuan dalam memperjuangkan hak-haknya tak akan pernah berhenti, lembaran-lembaran baru kisah perempuan akan terus bermunculan yang kelak akan menjadi sejarah baru bagi generasi penerus bangsa,” ujar Menteri PPPA. Lebih lanjut, Menteri PPPA menekankan bahwa perempuan memiliki potensi luar biasa dan kemampuan yang tidak dapat diragukan lagi dalam memberikan sumbangsih nyata serta menorehkan kiprah melalui pembangunan dan pembentukan karakter bangsa Indonesia. Perempuan memiliki kepribadian yang tangguh meskipun dihadapkan dengan sistem nilai dan dunia yang kompleks, namun nampu bertahan mengatasi segala tantangan dan rintangan dalam menemukan makna hidup. Dalam kesempatan tersebut, Direktur Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendiburistek), Hilmar Farid mengemukakan bahwa Kemendikbudristek berkomitmen untuk selalu mendukung upaya pengarusutamaan gender di berbagai macam sektor dan rencana pembangunan, salah satunya pada sektor kebudayaan. “Pengarusutamaan gender menjadi aspek yang tidak dapat terlepaskan dalam rencana pembangunan di tingkat nasional maupun internasional. Oleh karena itu, penting bagi kita semua untuk kembali melihat akar kebudayaan dan menjelajahi ruang waktu. Pameran Perempuan ini merupakan sebuah kontribusi kecil peninggalan dari masa lalu dan masyarakat kita yang secara luar biasa selama berabad-abad telah memiliki konsepsi tentang dimana sesungguhnya peran dan kedudukan perempuan dalam kehidupan bermasyarakat,” jelas Hilmar. Hilmar menambahkan, Pameran Perempuan ini diramu dalam rangka menyambut Hari Ibu yang terinispirasi dari dinamika dan kompleksitas dunia perempuan Indonesia yang berbangsa dan beradab. Pameran Perempuan ini pun diharapkan dapat memperlihatkan keunikan sistem nilai kemanusiaan dari setiap budaya serta menjadi pemantik untuk terus menjadi manusia yang peduli dan memiliki rasa belas kasih antar sesama. “Besar harapan saya agar kita semua dapat belajar banyak dari Pameran Perempuan ini dan merefleksikan kembali perjalanan kita agar kedepannya kita dapat mengambangkan konsepsi tentang perempuan yang semakin luas dan pemberdayaan serta perlindungan perempuan yang betul-betul berbasis kebudayaan,” ungkap Hilmar. Dalam kesempatan tersebut, turut hadir Menteri PPPA Periode 2004-2009, Meutia Farida Hatta yang bersama-sama dengan jajaran dari Kemendikbudristek dan Museum Nasional mendampingi Menteri PPPA meninjau dan menyelami berbagai macam peninggalan sejarah dan kebudayaan perempuan Indonesia. BIRO HUKUM DAN HUMAS KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK Telp.& Fax (021) 3448510 e-mail : humas@kemenpppa.go.id website : www.kemenpppa.go.id
Pergub Bengkulu No.1 Tahun 2022_compressed
https://youtu.be/gNeFCuVx1rA
Meneruskan Jejak Kongres Perempuan Pertama, Menteri PPPA Dorong Perempuan Berani Bersuara Dipublikasikan Pada : Jumat, 16 Desember 2022 Dibaca : 144 Kali Siaran Pers Nomor: B- 630/SETMEN/HM.02.04/12/2022 Jakarta (16/12) – Kongres Perempuan Pertama yang berlangsung di tahun 1928 menjadi penanda tonggak perjuangan perempuan dalam mencapai pemenuhan hak dan mewujudkan kesetaraan di Indonesia. Kongres yang menjadi cikal bakal Peringatan Hari Ibu menjadi saksi keberanian para peserta kongres untuk menyuarakan pendapat mereka. Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Bintang Puspayoga menyatakan pemerintah dengan dukungan dari masyarakat tidak akan berhenti menyuarakan kesetaraan bagi perempuan untuk bisa berkiprah dalam pembangunan. “Kita semua wajib melanjutkan perjuangan perempuan untuk kesetaraan yang sudah dimulai pada Kongres Perempuan Pertama pada tahun 1928. Kini, setelah 94 tahun, kita masih melihat ada ketimpangan antara perempuan dan laki-laki. Pemerintah terus berupaya untuk mendorong kesetaraan gender dan pemenuhan hak perempuan di seluruh bidang pembangunan. Akses, partisipasi, kontrol, dan manfaat dari proses pembangunan harus bisa dirasakan secara merata baik oleh perempuan maupun laki-laki. Oleh karenanya, partisipasi perempuan untuk ikut serta menyuarakan pendapatnya merupakan hal yang sangat penting,” tutur Menteri PPPA. Gerak bersama perempuan, serta partisipasi seluruh lapisan masyarakat perlu dilaksanakan untuk menciptakan langkah-langkah konkret yang dapat memberikan manfaat bagi kehidupan perempuan dan anak Indonesia. “Kolaborasi antar stakeholder dalam pembangunan menjadi penting, sebab hal itu merupakan salah satu elemen yang krusial dan mutlak diperlukan dalam rangka mempercepat kemajuan bangsa dan negara. Oleh karenanya, saya mengapresiasi setinggi-tingginya kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur, yang sudah kooperatif dan banyak berkolaborasi dengan kami, Kemen PPPA dalam rangka mendorong perlindungan dan pemberdayaan perempuan, demi mendorong peningkatan kualitas hidup perempuan Indonesia yang lebih baik, lebih aman, dan lebih sejahtera,” jelas Menteri PPPA. Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Timur, Anik Maslachah menyampaikan pentingnya partisipasi perempuan di ranah politik. Hal itu disebabkan perlunya perempuan berperan sebagai decision maker atau pengambil keputusan yang berpihak pada perempuan dan anak baik melalui kebijakan, anggaran dan program. “Pentingnya perempuan berperan di ranah politik adalah karena perempuan dapat turut berperan dalam menentukan arah kebijakan, dan mempermudah dalam memberikan perlindungan terhadap perempuan baik melalui konstitusi, menyusun undang-undang, maupun peraturan daerah,” tutur Anik. Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Kependudukan (DP3AK) Provinsi Jawa Timur, Restu Novi Widiani menyampaikan, melalui diadakannya Webinar Perlindungan Pemberdayaan Perempuan Menuju Indonesia Emas yang diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Ibu ke-94, diharapkan mampu menumbuhkan kembali semangat perjuangan dari Kongres Perempuan Pertama kepada para perempuan. “Kami ingin memberikan ruang bagi organisasi perempuan untuk menyampaikan permasalahan dan rekomendasi dalam menghasilkan suara perempuan Jawa Timur untuk kemajuan Indonesia. Kami juga berharap dapat meningkatkan peran perempuan di dalam keluarga, masyarakat, bangsa dan negara, serta menyiapkan pemimpin perubahan bagi semua,” ungkap Restu Novi. BIRO HUKUM DAN HUMAS KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK Telp.& Fax (021) 3448510 e-mail : humas@kemenpppa.go.id website : www.kemenpppa.go.id
