Day: June 16, 2022

Berikut hasil pencarian Anda. Jika Anda tidak menemukan yang Anda cari, coba gunakan kata kunci lain

Tim DPPPAPPKB

Ikut campurlah memilih jodoh anakmu

Berkaca pada pengalaman orang sekitar, apa yang bu elly tulis ini bener.   Calon suami yang paham agama dan baik aja ga cukup, banyak faktor yg bisa mengubah semuanya 180⁰ huhu Pengen besanan sama temen sendiri aku mah, biar bisa geplakin anak masing-masing tanpa segan klo mereka agak bengkok.   Ada yang mau besanan sama aku? Wkwkk   ================================== PENTING!   Ikut campurlah memilih jodoh anakmu   Oleh: Elly Risman   Bekasi, dipenghujung malam 6 Maret 2016 Perempuan muda cantik dan menarik itu duduk didepan saya dengan dengan ekspresi wajah yang hampa. Dia datang untuk berkonsultasi persoalan anaknya yang terpapar pornografi. Tetapi ternyata bukan anaknya saja yang bermasalah perkawinannya sejuta kali lebih bermasalah.   Sudah tak terhitung berapa banyak saya menghadapi klien yang datang dengan berbagai macam masalah terutama mereka yang sekarang ini menghadapi kerumitan hidup karena anak anak mereka kecanduan games, pornografi,masturbasi dan berbagai bentuk kegiatan yang bisa di golongkan sebagai seks suka sama suka, ternyata sebagian besar punya masalah dalam perkawinannya. Bayangkanlah, bagaimana kami akan menolong anaknya, kalau orang tuanya juga bermasalah!.   Umumnya tak perlu pembicaraan yang panjang, untuk saya menemukan bahwa salah satu akar permasalahannya adalah : “Keliru memilih jodoh!”.   “Jadi, apakah ayahmu tahu bahwa latar belakang calon suamimu seperti ini ?” “Nggak bu” atau mereka menggelengkan kepala sambil berurai airmata. “Beliau tidak bertanya apapun?“ Tanya saya selanjutya “Nanya sih bu, Cuma bilangnya begini : Kamu sungguh sudah serius?, sudah dipikirin masak masak ?” Atau ada juga orang tua dan ayah yang memanggil calon menantu dan hanya menanyakan keseriusannya terhadap anak gadisnya, lalu pekerjaan : sudah bekerja belum, rencananya kedepan bagaimana . Tidak sedikit kasus yang ayahnya tidak bertanya apa apa, tapi langsung menindak lanjuti saja dengan pertemuan keluarga, melamar, pernikahan dan resepsinya – Selesai.   Tentu, hal ini terjadi bukan saja pada anak perempuan tetapi juga pada anak laki laki.. Tapi mengapa dialog dengan anak perempuan yang saya singgung diatas?, karena secara agama dan budaya anak perempuan harus dilindungi bukan saja oleh ayahnya tapi juga oleh pamannya dan saudara lelakinya.   Karena sikap orang tua demikian, maka diluar sepengetahuan mereka anak anak ini baik lelaki maupun perempuan sudah mengalami banyak sekali masalah dalam hubungan mereka jauh sebelum pernikahan berlansung..   Banyak sekali ayah yang tidak sadar bahwa tidak terlibatnya mereka dalam menentukan pilihan jodoh anak anaknya berakibat sampai ke cucu, seperti kasus kasus diatas. Mendampingi anak memilih jodohnya tentunya tidak bisa dilakukan hanya pada saat kita menanyakan kapan mereka mau menikah atau ketika anak mengajukan calonnya, tapi harus jauh sebelum itu.   Sebagai contoh teringat saya tentang kisah salah seorang staf saya, laki laki lulusan PT Negeri jurusan IT 20 tahun yang lalu, ketika saya dan kawan kawan masih menjalankan bisnis riset pasar. Dia bercerita dan minta saran saya bagaimana dia harus bersikap terhadap permintaan ayahnya pagi itu. Saya bertanya apa yang diminta ayahnya. Lalu dia menceritakan dialog dia dengan ayahnya, kurang lebih seperti berikut : “Kau ini apa lagi Tommy, sekolah sudah selesai, pekerjaan sudah dapat.Kumis bukan saja sudah tumbuh bahkan sudah lebat, sudah waktunya bapak pikir kamu mencari istri !”.   Mencari Istri dan suami dimulai kapan ?   Jawabannya? : Dari anak masuk SD bahkan lebih muda!. Hah?!! tentu anda terkejut. Karena memilih jodoh sepatutnya diawali dengan belajar memilih teman karena ini adalah bagian dari proses mengasuh seksualitas anak. Langkahnya adalah sebagai berikut : 1.Anak harus mendapatkan kelengketan yang cukup dengan kedua orang tuanya sehingga mereka dapat tumbuh sebagai pribadi yang utuh, kokoh dan bahagia. 2. Komunikasi yang hangat dan menyenangkan sudah harus dibangun orang tua sejak usia sangat dini. Pembicaraan ringan tentang perkawinan sudah dimulai sejak usia diatas 7 tahun ketika kita menjelaskan pada anak mengapa kita harus terlibat ,membantu atau hadir keundangan pernikahan tante, paman, kerabat, teman atau tetangga. Teringat saya suatu waktu 25 tahun yang lalu, ketika adik bungsu saya yang ikut sementara tinggal bersama kami di Amerika, mengadukan tentang ketiga anak saya yang sedang duduk di meja makan dan merundingkan siapa nama anak anak mereka nanti.. “ Ya Allah, anak anak sekarang ya kak, masih TK dan SMP saja sudah membahas nama anaknya, siapa suami aja belum jelas! ” ujarnya. Saya jelaskan apa salahnya? Mereka kan sedang mengkhayalkan masa depan. Terbukti sekarang, saat mereka sudah punya anak tidak seorangpun dari anak anak saya teringat tentang nama nama yg mereka bahas dimeja makan itu dulu.. Dalam komunikasi ini lah seiring dengan perjalanan waktu, ayah dan ibu bisa bercerita, mencontohkan tentang karakter lelaki dan perempuan yang baik dan bila perlu bisa menanyakan pada anaknya, perempuan dan lelaki yg bagaimana nanti yang mereka harapkan untuk jadi pendampingnya.. Proses yang dipentingkan dalam komunikasi ini adalah membangun kemampuan anak untuk Berfikir, Memilih dn Mengambil Keputusan untuk dan atas nama dirinya sendiri. Kalau kita tidak bahas, bukankah mereka juga sudah membicarakan hal ini: soal naksir naksiran di kelas 3-4 SD?. Bagaimana kalau ayah tak pernah membicarakan semua ini, menggantikan kehadirannya dengan gadget?. Anak punya modal dari mana ?   3.Ketika konsepsi terjadi, kedua orang tualah yang menerima amanah dari Allah, Maka kedua orang tua pulalah yang berkewajiban memperkenalkan Allah, Rasulnya dan semua aturan dalam agama serta pengetrapannya dalam kehidupan sehari hari..   4.Orang tua juga terlibat sepenuhnya dalam mempersiapkan anak menghadapi pubertasnya. Apa itu pubertas, apa yang terjadi, bagaimana menghadapi dan mengatasi isyu seputar pubertas khususnya :naksir naksiran, nembak, “jatuh cinta “, jalan, pacaran, dari sudut pandang agama, biologi bahkan neurosains. Disinilah gentingnya bagi orang tua untuk menegaskan sikap, menentukan aturan, memahamkan anak akan berbagai macam akibat dari pergaulan yang jauh dari nilai agama. Hal yang tidak bisa dilupakan adalah bagaimana mengajarkan anak untuk membangun kemampuan membuat kriteria memilih teman. Mereka harus mampu merumuskan, didiskusikan dan dipantau pelaksanaannya. Tentu tidak semua orang tua bisa. Tapi siapa yang mau, akan ketemu jalannya bukan ?. Abainya kebanyakan orang tua dalam dalam hal ini lah yang menjadi dasar dari perilaku “liar” anak dan remaja sekarang. Mereka bukan saja tidak punya ketrampilan menyeleksi tapi tak berbekal ilmu yang memadai. Sebagai contohnya anak anak yang mengalami kecanduan masturbasi t tidak tahu tata cara mandi wajib!.   5.Begitu

Tim DPPPAPPKB

Korban Perundungan di Sulut Meninggal, KemenPPPA Desak Sekolah Jamin Perlindungan Anak

Korban Perundungan di Sulut Meninggal, KemenPPPA Desak Sekolah Jamin Perlindungan Anak Dipublikasikan Pada : Rabu, 15 Juni 2022 Dibaca : 71 Kali Siaran Pers Nomor: B-304/SETMEN/HM.02.04/06/2022   Jakarta (15/6) – Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak  (KemenPPPA) sangat menyesalkan terjadinya kasus penganiayaan terhadap seorang siswa Madrasah Tsanawiyah (MTs), usia 13 tahun, hingga menyebabkan korbannya meninggal dunia. Sembilan anak menjadi terlapor dalam kasus penganiayaan yang terjadi di Kotamogabu, Sulawasi Utara tersebut. “Kami berduka seorang anak meninggal akibat kasus penganiayaan di lingkungan sekolah oleh teman-teman korban sendiri. Kasus ini sangat menyedihkan, korban mendapatkan kekerasan di lingkungan yang sepatutnya aman dan jauh dari tindak kekerasan,” kata Menteri PPPA, Bintang Puspayoga, dalam keterangan pers, Rabu (15/06/2022). Menteri PPPA berharap penanganan kasus ini dapat dilakukan untuk memberikan rasa keadilan terhadap korban sekaligus anak sebagai terlapor dapat terpenuhinya hak Anak yang Berhadapan dengan Hukum (ABH) selama proses hukum berlangsung. Menteri PPPA mengingatkan satuan pendidikan adalah lingkungan yang ramah terhadap anak, melindungi anak, inklusif, serta nyaman bagi perkembangan fisik, kognisi, dan psikososial anak.  Pengelola satuan pendidikan harus memastikan bahwa sekolah jauh dari tindakan kekerasan dan diskriminasi dalam bentuk apapun. “Pihak yang terlibat dalam pengelolaan satuan pendidikan bertanggung jawab untuk  menjamin hak-hak anak dalam lingkungan sekolah terpenuhi. Jangan menunggu ada kasus kekerasan barulah pengelola satuan pendidikan menyadari perlunya melakukan pengawasan,” tegas Menteri PPPA. Kasus penganiayaan tersebut terjadi saat korban akan ke musala untuk salat. Korban  ketika masuk ditangkap dan dibanting ke lantai oleh teman-temannya, kedua tangannya dipegang pegang, wajah ditutup dengan sajadah dan tubuhnya ditendang. Setelah peristiwa penganiayaan tersebut korban sempat dibawa ke rumah sakit di Manado, namun tidak tertolong lagi. Korban meninggal dunia pada 12 Juni 2022. Deputi Perlindungan Khusus Anak KemenPPPA, Nahar mengatakan  saat ini ada 9 anak terlapor yang menjalani pemeriksaan sebagai saksi di Kepolisian Resor Kotamobagu. Kesembilan anak tersebut  didampingi oleh pekerja sosial, advokat, dan psikolog anak. “KemenPPPA melalui tim SAPA 129 terus melakukan koordinasi dengan Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) Sulawesi Utara untuk melakukan pendampingan baik dalam proses visum dan otopsi korban dilakukan hingga penanganan hukum para terlapor anak,” kata Nahar. Tim SAPA 129 KemenPPPA selanjutnya berkoordinasi dengan UPTD PPA Sulawesi Utara dan UPTD PPA Kotamobagu dalam melakukan case conferece terkait dengan kasus tersebut. Nahar mengatakan, proses pemeriksaan terlapor dapat segera menemukan pelaku  penganiayaan tersebut. Apabila tersangka sudah ditetapkan, maka penanganan hukum terhadap pelaku anak berpedoman pada Undang-Undang (UU) Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak (SPPA), termasuk menjamin bahwa dalam proses peradilan pidana, anak berhak untuk tidak dipublikasikan identitasnya, antara lain nama anak pelaku, nama anak korban, nama anak saksi, nama orangtua, alamat, wajah, dan hal lain yang dapat mengungkap jati diri anak pelaku, anak korban dan/atau anak saksi. KemenPPPA juga mendesak kepolisian untuk mendalami semua pihak yang terlibat dalam kasus ini termasuk setiap orang yang menempatkan, membiarkan, melakukan, menyuruh melakukan, atau turut serta melakukan kekerasan terhadap anak, dan jika memenuhi unsur Pasal 76C UU 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak,  dapat diancam sanksi hukum sesuai Pasal 80 UU 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.       BIRO HUKUM DAN HUMAS KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK Telp.& Fax (021) 3448510 e-mail : humas@kemenpppa.go.id website : www.kemenpppa.go.id

Tim DPPPAPPKB

🍀 NASEHAT UNTUK LAKI-LAKI 🍀

🍀 NASEHAT UNTUK LAKI-LAKI 🍀 🍃 🌺 Hargai istrimu kelak sebagaimana engkau menghargai ibumu , sebab istrimu juga seorang ibu dari anak_anakmu … 🍃 🌺 Jika marah … boleh tidak berbicara dengan istrimu tapi jangan bertengkar ( membentaknya , mengatainya , memukulnya ). 🍃 🌺 Kantung rumah tangga adalah seorang istri / jika hati istrimu sedang tidak bahagia maka seisi rumah akan tampak seperti neraka ( tidak ada canda , tawa , manja dan perhatian ) maka sayangi istrimu agar dia bahagia maka kau akan seperti disurga . 🍃 🌺 Besar atau kecil gajimu tetap seorang istri ingin diperhatikan dengan begitu maka istrimu akan selalu menyambutmu dengan penuh kasih dan sayang . 🍃 🌺 Dua orang yang tinggal satu atap ( menikah ) tidak perlu gengsi , bertingkah , siapa menang , siapa kalah , karena keduanya bukan untuk bertanding melainkan teman hidup selamanya . 🍃 🌺 Diluar banyak wanita idaman dan cantik melebihi istrimu . Namun istrimulah yang mencintaimu tulus atas dasar apa yang kamu punya . 🍃 🌺 Banyak istri yang baik ! Tetapi ingat diluar sana banyak pula pria yang ingin memiliki istri yang baik dan mereka tidak mendapatkannya . Mereka akan menawarkan perlindungan terhadap istrimu maka jangan biarkan istrimu meninggalkan rumah karena kesedihan . Sebab ia akan sulit sekali untuk kembali lagi pada dirimu . 🍃🌺 Ajarkan anak laki_ laki mu berlaku santun dan sopan pada ibunya sehingga kelak mereka tahu bagaimana memperlakukan istrinya . Semoga kita mendapatkan pasangan yang mengikuti petunjukNya, dan semoga keluarga kita selalu dalam lindungan dan rahmatNya. Perlengkapan debay 👇 https://shope.ee/1feef90t72