Day: February 18, 2022

Berikut hasil pencarian Anda. Jika Anda tidak menemukan yang Anda cari, coba gunakan kata kunci lain

PENGELOLAAN SAMPAH RUMAH TANGGA MENINGKATKAN KEWIRAUSAHAAN PEREMPUAN DALAM RUMAH TANGGA DI MASA PANDEMI

PENGELOLAAN SAMPAH RUMAH TANGGA MENINGKATKAN KEWIRAUSAHAAN PEREMPUAN DALAM RUMAH TANGGA DI MASA PANDEMI Dalam masa pandemi seperti sekarang ini dibutuhkan upaya untuk membangun produktivitas perempuan dan keluarga, salah satunya dengan mengelola sampah rumah tangga. Sampah menjadi salah satu dampak yang muncul dari adanya aktivitas yang dilakukan setiap individu. Pengelolaan sampah tidak bisa lepas juga dari sistem pengelolaannya terhadap masyarakat. Peningkatan jumlah sampah rumah tangga di masa pandemi, dapat dimanfaatkan secara positif misalnya, sampah yang sifatnya organik dapat diolah menjadi kompos, sedangkan sampah non organik dapat diolah menjadi barang-barang kreatif yang selama ini sudah banyak dilakukan oleh masyarakat yang tergabung dalam perkumpulan bank sampah. Bank sampah juga dapat mendatangkan nilai ekonomi atau menambah penghasilan/pendapatan masyarakat. Dalam konteks pengelolaan sampah rumah tangga hal penting yang harus dilakukan pertama adalah perubahan pola pikir dan tindakan dalam pengelolaan sampah yang dilakukan mulai dari diri sendiri, keluarga, dan masyarakat sekitar. Kedua, bagaimana kita dapat membangun kesadaran kolektif dan tanggung jawab bersama. Ketiga menjadikan kreativitas pengelolaan sampah rumah tangga sebagai sebuah potensi baru yang dapat berpengaruh terhadap pemberdayaan perempuan dan meningkatkan kewirausahaan perempuan dalam keluarga. Cara terbaik untuk mengelola  sampah organik dan non organic adalah dengan mendaur ulang, sehingga dapat meningkatkan kewirausahaan perempuan seperti: Sampah karton, dus, dan produk kertas seperti bungkus ciki dan lainnya diolah kembali menjadi barang barang kreatif 2. Botol bekas dikumpul setiap bulannya dijual dan bisa menambah penghasilan keluarga Sisa makanan dapat digunakan sebagai makanan hewan,     sehingga tidak perlu membeli makanan hewan lagi Sampah organik juga dapat diolah menjadi pupuk kompos, dimanfaatkan sebagai pupuk tanaman rimpang yang paling dicari dimasa pandemic B, Langkah-langkah membuat pupuk kompos dari sampah rumah tangga secara mandiri dirumah : Siapkan sampah organik yang akan diolah menjadi pupuk kompos. Masukkan tanah secukupnya ke dalam wadah (ember) yang telah diisi dengan sampah organik. Sesuaikan ketebalan tanah dengan wadah dan volume sampah organik. Siram permukaan tanah tersebut menggunakan air secukupnya. Kalau mau lebih cepat prosesnya, masukkan larutan EM4 yang bisa didapat di toko yang menjual keperluan bercocoktanam. Pastikan sampah disimpan secara merata. Sebisa mungkin ketebalan sampah setara dengan ketebalan tanah. Bila sudah menjelang penuh, masukkan lagi tanah ke dalam wadah yang akan berperan sebagai penutup sampah. Tutup wadah dengan rapat dan biarkan sekitar tiga minggu. Pastikan wadah pembuat pupuk kompos tidak terkontaminasi oleh air hujan, hewan dan paparan sinar matahari. Gambar Hasil Mengolah sampah organic dan non organic : Sampah organic (sisa sayur, kulit buah, kulit telur dll) Sampah Non organik (bungkus ciki, susu, permen dll) dapat dijadikan barang kreatif (tas dll) sebagai penambah penghasilan     Disusun oleh : Bidang PPKTP        

Tim DPPPAPPKB

GUBERNUR BENGKULU PASTIKAN PENGOBATAN GRATIS BAGI PEREMPUAN KORBAN KDRT WARGA KABUPATEN MUKOMUKO

GUBERNUR BENGKULU PASTIKAN PENGOBATAN GRATIS BAGI PEREMPUAN KORBAN KDRT WARGA KABUPATEN MUKOMUKO Dugaan tindak pidana kasus kekerasan dalam rumah tangga yang terjadi di Desa Semambang Makmur Kecamatan Malin Deman Kabupaten Mukomuko yang terjadi pada Selasa (15/02/2022) secara tidak manusiawi menjadi sorotan Pemerintah Provinsi Bengkulu khususnya Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Provinsi Bengkulu. Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Provinsi Bengkulu melalui UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak Provinsi Bengkulu langsung melakukan koordinasi kepada Pemerintah Kabupaten Mukomuko melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Mukomuko untuk dilakukan penjangkauan dan pendampingan pada korban KDRT yang terjadi di wilayah Kabupaten Mukomuko tersebut. Luka berat akibat bacokan yang dialami korban harus segera ditangani dan segera dirujuk ke RSUD M.Yunus Provinsi Bengkulu. Korban yang didampingi oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Mukomuko telah dilakukan tindakan operasi dan perawatan medis di RSUD M.Yunus Provinsi Bengkulu. Jumat (18/02/2022) Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Provinsi Bengkulu yang diwakili Kepala UPTD PPA Provinsi Bengkulu, Ainul Mardiati, S.Psi, MH langsung mengunjungi korban di RSUD M.Yunus Provinsi Bengkulu bersama Wakil Direktur Keuangan RSUD M.Yunus Provinsi Bengkulu, Bapak Hafni.K, SE, M.AP. Pihak RSUD M.Yunus memastikan bahwa pembiayaan perawatan korban KDRT tersebut sepenuhnya menjadi tanggung jawab Pemerintah Provinsi Bengkulu sesuai instruksi langsung Bapak Gubernur Bengkulu. Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Provinsi Bengkulu melalui UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak akan siap membantu dalam penanganan kasus korban KDRT yang terjadi ini.