PENGELOLAAN SAMPAH RUMAH TANGGA MENINGKATKAN KEWIRAUSAHAAN PEREMPUAN DALAM RUMAH TANGGA DI MASA PANDEMI
PENGELOLAAN SAMPAH RUMAH TANGGA MENINGKATKAN KEWIRAUSAHAAN PEREMPUAN DALAM RUMAH TANGGA DI MASA PANDEMI Dalam masa pandemi seperti sekarang ini dibutuhkan upaya untuk membangun produktivitas perempuan dan keluarga, salah satunya dengan mengelola sampah rumah tangga. Sampah menjadi salah satu dampak yang muncul dari adanya aktivitas yang dilakukan setiap individu. Pengelolaan sampah tidak bisa lepas juga dari sistem pengelolaannya terhadap masyarakat. Peningkatan jumlah sampah rumah tangga di masa pandemi, dapat dimanfaatkan secara positif misalnya, sampah yang sifatnya organik dapat diolah menjadi kompos, sedangkan sampah non organik dapat diolah menjadi barang-barang kreatif yang selama ini sudah banyak dilakukan oleh masyarakat yang tergabung dalam perkumpulan bank sampah. Bank sampah juga dapat mendatangkan nilai ekonomi atau menambah penghasilan/pendapatan masyarakat. Dalam konteks pengelolaan sampah rumah tangga hal penting yang harus dilakukan pertama adalah perubahan pola pikir dan tindakan dalam pengelolaan sampah yang dilakukan mulai dari diri sendiri, keluarga, dan masyarakat sekitar. Kedua, bagaimana kita dapat membangun kesadaran kolektif dan tanggung jawab bersama. Ketiga menjadikan kreativitas pengelolaan sampah rumah tangga sebagai sebuah potensi baru yang dapat berpengaruh terhadap pemberdayaan perempuan dan meningkatkan kewirausahaan perempuan dalam keluarga. Cara terbaik untuk mengelola sampah organik dan non organic adalah dengan mendaur ulang, sehingga dapat meningkatkan kewirausahaan perempuan seperti: Sampah karton, dus, dan produk kertas seperti bungkus ciki dan lainnya diolah kembali menjadi barang barang kreatif 2. Botol bekas dikumpul setiap bulannya dijual dan bisa menambah penghasilan keluarga Sisa makanan dapat digunakan sebagai makanan hewan, sehingga tidak perlu membeli makanan hewan lagi Sampah organik juga dapat diolah menjadi pupuk kompos, dimanfaatkan sebagai pupuk tanaman rimpang yang paling dicari dimasa pandemic B, Langkah-langkah membuat pupuk kompos dari sampah rumah tangga secara mandiri dirumah : Siapkan sampah organik yang akan diolah menjadi pupuk kompos. Masukkan tanah secukupnya ke dalam wadah (ember) yang telah diisi dengan sampah organik. Sesuaikan ketebalan tanah dengan wadah dan volume sampah organik. Siram permukaan tanah tersebut menggunakan air secukupnya. Kalau mau lebih cepat prosesnya, masukkan larutan EM4 yang bisa didapat di toko yang menjual keperluan bercocoktanam. Pastikan sampah disimpan secara merata. Sebisa mungkin ketebalan sampah setara dengan ketebalan tanah. Bila sudah menjelang penuh, masukkan lagi tanah ke dalam wadah yang akan berperan sebagai penutup sampah. Tutup wadah dengan rapat dan biarkan sekitar tiga minggu. Pastikan wadah pembuat pupuk kompos tidak terkontaminasi oleh air hujan, hewan dan paparan sinar matahari. Gambar Hasil Mengolah sampah organic dan non organic : Sampah organic (sisa sayur, kulit buah, kulit telur dll) Sampah Non organik (bungkus ciki, susu, permen dll) dapat dijadikan barang kreatif (tas dll) sebagai penambah penghasilan Disusun oleh : Bidang PPKTP

