Day: November 15, 2021

Berikut hasil pencarian Anda. Jika Anda tidak menemukan yang Anda cari, coba gunakan kata kunci lain

Sosialisasi Pembangunan Keluarga dalam Penurunan Stunting di Bengkulu

Bengkulu (AMBONEWS) – Masalah stunting saat ini menjadi sorotan pemerintah. Di mana stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak akibat kurang gizi secara kronis. Stunting sangat erat kaitannya dengan pola hidup dan pola asuh 1000 HPK ( hari pertama kehidupan). Stunting hanya dapat dicegah mulai dari saat perencanaan kehamilan, sehingga sangat mungkin mencegah lahirnya bayi stunting adalah para remaja yang akan segera menikah. “Penerapan pola hidup sehat, kematangan usia dan mental, kesiapan ekonomi dan pendidikan menjadi faktor penentu dalam peran menjalankan kehidupan berkeluarga,” kata Sekda Provinsi Bengkulu Hamka Sabri, dalam acara Sosialisasi Pembangunan Keluarga dalam Penurunan Stunting di Provinsi Bengkulu, Jumat (12/11). Untuk itu, lanjutnya, melalui sosialisasi pembangunan keluarga dalam mencegah stunting ini, kita tingkatkan kualitas sumber daya manusia dan ketahanan keluarga yang menjadi faktor penting membentuk masyarakat Bengkulu yang maju, berdaya saing dan sejahtera. Di Provinsi Bengkulu, jelasnya, program penurunan stunting sudah dilaksanakan sejak 2018  dengan lokus kabupaten Kaur. Hingga sekarang lokus stunting di Provinsi Bengkulu ada 4 kabupaten, yaitu Kabupaten Kaur, Bengkulu Utara, Seluma dan Kabupaten Bengkulu Selatan. Lanjutnya, dalam strategi nasional, penurunan stunting dijabarkan lima pilar penurunan stunting yaitu, Komitmen dan visi kepemimpinan, Kampanye nasional dan perubahan prilaku, Konvergensi program pusat, daerah dan desa, Ketahanan pangan dan Gizi serta yang terakhir Pemantuan dan evaluasi dalam implementasi di lapangan. “Salah satu lokus yaitu Bengkulu Utara sebagai peringkat pertama aksi konvergensi tingkat Provinsi Bengkulu,” jelasnya. Hal ini menunjukan keseriusan pemerintah Provinsi Bengkulu dalam melakukan pendampingan dan pembinaan penurunan stunting di Provinsi Bengkulu. Acara yang digelar BKKBN Bengkulu  yang dibungkus Talkshow ini dihadiri Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Emanuel Melkiades Laka Lena, Kepala BKKBN Bengkulu, Wakil Ketua DPRD Provinsi Bengkulu Samsu Amanah serta dikuti Remaja dari GenRe. Disampaikan Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Emanuel Melkiades Laka, kegiatan ini merupakan kerjasama Komisi IX DPR RI dengan BKKBN Provinsi Bengkulu dalam tema untuk melakukan penanganan stunting di Indonesia khususnya di Provinsi Bengkulu ini. Menurutnya, Provinsi Bengkulu diberikan perhatian khusus dalam penanganan stunting. Dengan sosialisasi ini diharapkan pemerintah daerah dan stakeholder terkait dapat benar-benar memastikan semua keluarga memberikan perhatian kepada ibu hamil dan anak-anak di bawah lima tahun dalam hal memberikan pasokan gizi atau asupan gizi yang memadai. “Sehingga anak-anak yang lahir di Provinsi Bengkulu ini adalah anak-anak yang benar-benar sehat dan tidak stunting dan menjadi anak-anak yang menjadi masa depan bagi Provinsi Bengkulu ini,” sebutnya. Dalam memperingati hari kesehatan dunia ini, dirinya meminta agar dapat mulai fokus dalam meningkatkan aspek promotif dan preventif dalam menjalankan pola hidup. “Kesehatan itu mencegah lebih baik daripada mengobati. Dan aspek promotif dan preventif yang baik yaitu dengan pola hidup yang sehat dan pola hidup yang  mencegah kita dari sakit,” pungkasnya.

KONTRASEPSI KB IMPLAN

Apa itu KB Implan? KB implan atau susuk KB merupakan salah satu jenis KB yang terbilang murah harganya dan efektif dalam mencegah kehamilan. Meski demikian, jenis KB ini masih tergolong jarang dipilih di Indonesia, tak seperti pil KB atau suntik KB. KB implan atau KB susuk adalah kontrasepsi yang mengandung hormon progestogen. KB yang berbentuk tabung mirip korek api ini digunakan dengan cara dipasang di bawah jaringan kulit lengan atas. KB implan mencegah kehamilan dengan cara melepaskan hormon progesteron ke aliran darah. Kelebihan KB Implan Berikut adalah beberapa kelebihan KB implan yang penting untuk Anda ketahui: Praktis untuk digunakan Dengan menggunakan KB implan, Anda tidak perlu lagi repot mengonsumsi pil KB setiap hari. Hal ini tentu baik bagi wanita yang sering lupa minum pil KB atau kurang teratur mengonsumsinya. KB susuk juga lebih nyaman bagi wanita yang takut jarum suntik. KB susuk bisa bertahan lebih lama, yakni sekitar 3 tahun, tak seperti KB suntik yang mengharuskan Anda mendapatkan suntikan KB setiap 1 atau 3 bulan. Efektif mencegah kehamilan Penggunaan KB implan yang pemasangannya dilakukan dengan benar bisa memberikan efektivitas hingga 99% dalam mencegah kehamilan. Efek ini bisa bertahan hingga sekitar 3–5 tahun. Keberhasilan KB implan dalam mencegah kehamilan tergolong lebih tinggi daripada jenis kontrasepsi lainnya, seperti kondom atau pil KB. Harganya tergolong murah Biaya KB implan dapat bervariasi, tetapi masih terhitung murah karena untuk penggunaan selama 3 tahun Anda hanya perlu mengeluarkan biaya untuk pemasangan dan pelepasan saja. Bahkan, bagi peserta BPJS Kesehatan, KB implan bisa diperoleh secara gratis. Aman untuk ibu menyusui KB implan aman untuk digunakan ibu menyusui karena KB jenis ini tidak akan memengaruhi produksi dan kualitas ASI. Untuk mencegah kehamilan pada ibu menyusui atau yang baru melahirkan, KB implan sebaiknya dipasang selambat-lambatnya pada hari ke-21 setelah melahirkan. Jika dipasang setelah lebih dari 21 hari, Anda perlu menggunakan alat kontrasepsi tambahan selama beberapa minggu awal, seperti kondom, guna menghindari kemungkinan hamil.   Kekurangan KB implan Di balik kelebihannya, KB Implan juga memiliki beberapa kekurangan, di antaranya: Menimbulkan efek samping Penggunaan KB impan atau KB susuk mungkin untuk menimbulkan efek samping. Efek samping dari pemasangan KB ini meliputi nyeri dan bengkak pada kulit di sekitar implan ditanam, pola menstruasi yang tidak teratur, perubahan suasana hati, kenaikan berat badan, nyeri payudara, jerawat, nyeri perut, dan sakit kepala. Tidak melindungi dari penyakit Sama seperti kontrasepsi hormonal lainnya, semisal pil KB dan suntik KB, KB implan tidak dapat mencegah penularan penyakit menular seksual (PMS). Oleh karena itu, guna mencegah terjadinya penyakit tersebut, Anda tetap perlu menggunakan kontrasepsi tambahan berupa kondom saat berhubungan intim. Tidak semua orang cocok Meski memberikan kemudahan, tidak semua wanita bisa menggunakan KB implan. KB implan sebaiknya dihindari oleh wanita yang memiliki penyakit tertentu, seperti diabetes, penyakit jantung, gangguan fungsi hati, migrain, dan kolesterol tinggi. Selain itu, wanita yang pernah mengalami penggumpalan darah, emboli paru, atau riwayat kanker payudara juga tidak disarankan untuk menggunakan KB implan. Karena tidak semua orang bisa menggunakan KB implan, Anda harus berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu sebelum menggunakanya. Saat berkonsultasi, informasikan riwayat kesehatan yang dimiliki agar dokter bisa memutuskan apakah Anda cocok menggunakan KB implan. Proses Pemasangan KB Implan Jika pemasangan KB implan disetujui dokter, biasanya dokter akan melakukan tes kehamilan serta menganjurkan Anda untuk menggunakan alat kontrasepsi lain yang bersifat non-hormonal, misalnya kondom, selama 1 minggu. Penggunaan alat kontrasepsi lainnya tidak diperlukan jika pada saat pemasangan, Anda sedang dalam masa menstruasi, yaitu pada 5 hari pertama siklus haid. Proses pemasangan KB implan akan dimulai dengan penyuntikan bius lokal pada bagian bawah lengan atas Anda. Kemudian, dokter atau bidan akan memasukkan KB implan dengan menggunakan alat khusus. Setelah proses pemasangan KB implan selesai, dokter atau bidan akan memerban lokasi pemasangan KB tersebut. Perban biasanya boleh dilepas setelah beberapa hari. Proses Pelepasan KB Implan Setelah 3 tahun digunakan, Anda perlu kembali kontrol ke dokter untuk melepas KB implan. Dalam proses pelepasannya, dokter akan menyuntikkan bius lokal pada daerah lengan terlebih dahulu. Setelah itu, dokter akan membuat sayatan kecil pada kulit Anda dan mencari KB susuk yang telah terpasang. Saat KB implan ditemukan, dokter akan mengambil KB susuk tersebut menggunakan pinset atau penjepit. Setelah berhasil dikeluarkan, dokter akan menutup luka sayatan tersebut menggunakan perban. Agar pemasangan dan pelepasan KB implan dapat berjalan dengan lancar, pastikan dokter atau bidan yang mengerjakan sudah berpengalaman. KB implan umumnya aman untuk digunakan. Namun, jika Anda mengalami keluhan setelah mendapatkan KB implan, seperti nyeri atau benjolan pada payudara, perdarahan vagina yang berat dan tidak kunjung berhenti, atau gejala kehamilan, segera periksakan ke dokter kandungan untuk mendapatkan penanganan.   Oleh. Kasi KB : Yeni Hartini, S.H.